Mingkong yang Mewah (1)

Hai.

Jadi, gue punya kucing. Namanya Miko. Bukan pemberian nama gue atau adek gue yang pertama atau adek gue yang kedua ataua bapak gue atau mama gue. Tapi, anak tetangga gue.

Pada awalnya, si anak tetangga gue itu sangat 'menyayangi' Miko dengan tulus dan baik hati. Dia selalu memberi Miko sebuah makanan mewah. Gadeng. Entah ada angin atau badai atau hujan atau gempa atau tsunami, tiba-tiba Miko ini menyusuri jalan dan menujulah dia ke depan rumah gue.

Tidak sampai disitu saja, akhirnya sang adek gue yang kedua memberikan makanan mewah (gadeng) kepada Miko yang mukanya dimelas-melasin. Makanan pertama yang adek gue berikan kepada Miko adalah ikan. Kurang mewah apa?

Hari terus berjalan, berjalan dna berjalan, makin lama, makin lama dan makin lama Miko kerap akrab dengan kami semua. Seiring berjalannya waktu, si Miko ini kita pelesetin.Bukan badannya tapi namanya. Menjadi Mingkong. Kurang mewah apa? (2)

Terhiaslah rumah kami setiap pagi hari dengan seruan "Miiiingkooooong."

Sempat juga Mingkong dihamili oleh Lusiver, lelaki eh salah, kucing jantan yang gagah, berani dan tidak sombong. (gasih sebenernya dia songong).

Suatu hari Mingkong berjalan-jalan sembari mencari-cari tempat lahiran yang pewe buat dia. Ketika ada seorang tamu mewah di rumah kami, terbesitlah rencana Mingkong untuk lahiran di dalam kamar Mama kami. Akhirnya setelah beberapa tahun dia disana (gadeng) akhirnya kami pun menyadarinya sehingga ia pun kami usir karena dengan berani-berani ia memasuki kamar Mama kami yang mewah. Walaupun Mingkong itu juga mewah.

Akhirnya lahirlah anak-anak Mingkong berjumlah 4 ekor kucing. Yang menjadi hot news adalah Mingkong lahiran di mesin mobil! Kurang mewah apa? (3)

Awalnya kami tidak sadar dengan keberadaan bocah-bocah kucing itu hingga suatu siang terdengar bunyi yang asing, begini bunyinya, "miauw miauw miauw miauw".

Kami lantas menyadarinya dan kami usirlah anak-anak Mingkong dan Mingkong dari mesin mobil kami yang mewah. Berani-beraninya Mingkong!

Siapakah nama anak-anak Mingkong? Tunggu episode selanjutnya.

To be continue (capek ngetik)

Written by Zahra dan Rafi.

0 komentar:

Posting Komentar